close [x]
Jumat, 20 Januari 2017 - WIB Kota SukabumiHujan Sedang, 23 - 32 °C
KURS $ : Jual: 13.280 Beli: 13.110
Follow Us:

10 Bukti Malaysia Pernah Invasi Sukabumi

Rabu, 30 November 2016 - 05:17:13 WIB


10 Bukti Malaysia Pernah Invasi Sukabumi
© muslimdaily.net
Ilustrasi.

SUKABUMIUPDATE.COM - Di era 80-90an Malaysia pernah menginvasi Kota dan Kabupaten Sukabumi melalui musisi-musisi pop bersuara mendayu-dayu, lirik cinta penuh intrik, dan kosa kata yang nyaris sama dengan bahasa Indonesia.

Ada kebiasaan yang dilakukan siswa-siswi sekolah menengah pertama (SMP) atau sekolah menengah atas (SMA) kala itu, selain perlengkapan sekolah, gitar bolong tak jarang dibawa agar waktu senggang antara jam mata pelajaran satu dengan lainnya bisa menyanyikan lagu-lagu itu dengan iringan gitar akustik.

Berikut adalah 10 lagu Pop Malaysia pernah booming versi sukabumiupdate.com:

1. MAY - Sendiri

MAY digawangi empat anak muda Malaysia. MAY diambil dari inisial personelnya; Mus (Mustaffa Din) dan Man (Sharip), Abu (Nasir) dan Yus (Mohktar). Album keduanya Hakikat, telah melambungkankan grup band ini, lagu-lagu seperti Sendiri, Cintamu Mekar Dihati,, dan Hakikat Perjuangan, menjadi siulan anak-anak muda saat itu. Sendiri menjadi hits sejak ajang festival musik Malaysia. Anda ingat liriknya: "Sunyinya di malam ini, suasana pilu. Terkenang aku kembali, sejarah silam. Setelah engkau pergi sepi hatiku."

2. Wings - Sejati

Wings berhasil menggondol kategori Persembahan Terbaik dalam lagu Sejati yang populer menjelang tahun 90an. Grup ini malang melintang di panggung-panggung musik Malaysia, masyarakat Sukabumi mengenalnya lewat Sejati: "Sejati, itu yang kau ucapkan, bila janji kau genggam. Di bawah pohon kamboja, yang sekecil kita, menanti, di mahligai mainan kita bina bersama dari dahan yang rapuh."

3. Iklim - Suci Dalam Debu

Debut singel Suci Dalam Debu adalah puncak keberhasilan Iklim. Beberapa hari sejak rilis, lagu ini wara-wiri di radio dan TV. Selain itu, Hakikat Sebuah Cinta, Satu Kesan Abadi, Sandiwara Cinta Semusim, dan Seribu Penghargaan hits di Malaysia dan Indonesia awal 90-an. Liriknya: "Engkau bagai air yang jernih, di dalam berkas yang berdebu, zahirnya kotoran itu terlihat, kesucian terlindung jua."

4. Slam - Gerimis Mengundang

Lewat Gerimis Mengundang, kehadiran Slam direspon cukup bagus. Meski tak lagi terdengar di Indonesia, grup ini masih eksis di negara asalnya. Lagu-lagu mereka masih disukai sebagian penikmat musik Sukabumi, tak jarang pengemudi bis angkutan kota dalam provinsi (AKDP) menjadikan lagu ini sebagai teman perjalanan. Ingat reff-nya: "Bukan sekejap denganmu, bukan mainan hasratku, engkau pun tahu niatku, tulus dan suci. Senang benar kau ucapkan, kau anggap itu suratan, sikit pun riak wajahmu, tiada terkilan."

5. Exist - Mencari Alasan

Exist sukses menjadi bagian dari ekspansi musisi Malaysia di Indonesia pada 1991, sekelompok remaja, yakni Along (Gitar), Ujang (Dram), Shah (Gitar), Mamat (Vokal), Musa (Bass) dan Ajai (Keyboard). Liriknya: "Ikhlasnya hati, seringkali di salah arti, tulusnya cinta, tidak pernah engkau hargai. Berlalu pergi dengan kelukaan ini, ku mengalah, ku bersalah."

6. Search - Isabella

Search merupakan grup musik Malaysia paling fantastis kala itu, mereka meledakkan bursa musik Indonesia lewat super hits Isabella. Bahkan, musik rock dengan cengkok Melayu a la Search, menjadi virus yang mewabah di Indonesia. Search dengan vokalisnya Amy, dalam tempo singkat membom industri musik tanah air. Lagu ini diadaptasi menjadi sebuah film dengan judul sama, melibatkan Nia Dicky Zulkarnaen sebagai peran utama. Masih ingat kan reff-nya ya: "Dia Isabella, lambang cinta yang lara, berpisah kerana adat yang berbeda. Cinta gugur bersama, daun-daun kekeringan, haluan hidupku terpisah dengan Isabella."

7. XPDC - C.I.N.T.A

Lagu ini diciptakan Z.N. Kevin dan lirik digarap J.S. Kevin, masuk dalam nominasi final festival lagu di Malaysia 1990. XPDC mengeja kata Cinta Kita dalam C.I.N.T.A menjadi Si ay en ti ei ki ay ti ei, terdengar unik dengan cengkok Melayu dan lafal Inggris. Awalnya mungkin kurang dimengerti oleh penikmat musik, namun lambat laun lagu ini diterima dan mewarnai era yang disebut pengamat musik alm. Deni Sakrie sebagai era Malaysian Invasion. Liriknya: "C.I.N.T.A. K.I.T.A. satu rasa. C.I.N.T.A. B.U.T.A. tak bermata lahirnya. C.I.N.T.A. G.I.L.A. pada harta M.A.N.A. C.I.N.T.A. yang sebenar-benarnya. C.I.N.T.A. K.I.T.A."

8. Spoon - Rindu Serindu Rindunya

Takkan Ku Lepas Lagi, Intan Jadi Kenyataan, dan Kalau Pengantin itu Kita, adalah beberapa lagu dalam album Spoon. Grup band ini pernah mengeluarkan empat album, di antaranya album self titled, Spoon. Lagu paling hits di telinga warga Sukabumi ialah Rindu Serindu Rindunya. Reff-nya: "Rindu, rindu serindu rindunya. Namun engkau tak mengerti ohoh. Pilu, pilu sepilu pilunya. Namun engkau tak perduli."

9. Ella - Sembilu

Tidak semua musik Malaysia masuk Indonesia dalam format band, beberapa di antaranya sukses sebagai solois. Nor Zila binti Haji Aminuddin atau Ella, sampai kini masih dikenal sebagai Ratu Rock Malaysia. Lewat single hits Sembilu, Ella sempat populer, dan sering dinyanyikan anak muda Sukabumi dengan iringan gitar bolong. Liriknya: "Kekasih lupakan sejarah, cinta kita baja dulu. Di manakah kau campakkan, cintaku yang pernah kau sanjungi. Oh mengapa, semua ini berlaku, sedangkan aku sedikit pun tak pernah curang, terhadapmu."

10. Sheila Majid

Tahun 1986 tercatat kehadiran Sheila Majid yang berbeda dari kebanyakan musisi Malyasia waktu itu, cengkok Melayu sengaja ia tanggalkan, dan lebih banyak terpengaruh gaya R&B. Sheila mengaku banyak mengadopsi gaya bernyanyi Vina Panduwinata. Antara Anyer dan Jakarta, adalah lagu yang layak didengar sepanjang zaman. Reff-nya: "Antara Anyer dan Jakarta, kita jatuh cinta, antara Anyer dan Jakarta, kisah cinta tiga malam. Kan kuingat selamanya, antara Anyer dan Jakarta."

Reporter: DANANG HAMID
Redaktur: ANISA SITI RIZKIA
Berikan Komentar


Rekomendasi untuk Anda

Uu Ruzhanul Ulum: Kalau Bingung, Tanyakan pada Ulama
Promoted Content

Uu Ruzhanul Ulum: Kalau Bingung, Tanyakan pada Ulama