Jumat, 23 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa


10 Alat Musik Tradisional Sunda ini Mulai Populer di Kalangan Muda Sukabumi

Rabu, 02 November 2016 - 17:40:48 WIB


10 Alat Musik Tradisional Sunda ini Mulai Populer di Kalangan Muda Sukabumi
© Dimas DR
Karinding.

SUKABUMIUPDATE.COM - Bambu merupakan tanaman yang tumbuh merata diseluruh Indonesia, pemanfaatan bambu oleh masyarakat kita bahakan telah dimulai sejak ribuan tahun lalu. Bukan hanya untuk membuat alat pertanian atau rumah tangga yang menunjang aktivitas keseharian, tapi juga untuk hiburan seperti membuat alat musik.

sukabumiupdate.com merangkum sepuluh alat musik tradisional Jawa Barat yang kembali trend di kalangan muda dan pegiat seni tradisional di Sukabumi, terbuat dari bambu:

1. Angklung

Angklung ini merupakan ikon budaya tradisional kebanggaan Jawa Barat. Alat musik yang dimainkan dengan cara digoyang ini sudah dikenal masyarakat Internasional. Bahkan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah menetapkan angklung sebagai alat musik asli Indonesia.

2. Calung

Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan purwarupa dari angklung. Apabila angklung dimainkan dengan cara digoyang, maka Calung dimainkan dengan cara dipukul batang bambu yang tersusun sesuai laras nada. Alat musik ini dibuat dari bambu hitam (awi wulung) namun ada beberapa yang dibuat juga dari bambu putih (awi temen).

3. Suling Sunda 

Suling merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup. Hampir semua daerah di Indonesia ini memiliki alat musik Suling. Namun demikian masing-masing daerah memiliki ciri khas dan nama tersendiri. Pembeda Suling Sunda dengan daerah lain adalah bentuk juga bunyi dan alunan nada yang dihasilkan, merdu, melengking, dan mendayu-dayu.

4. Karinding

Pada awalnya, Karinding adalah alat yang digunakan para karuhun (leluhur) untuk mengusir hama di sawah, karena alat yang dibuat dari bambu dan pelepah kawung (aren) ini mengeluarkan bunyi khas. Selain itu, Karinding juga digunakan sebagai pengiring pembacaan rajah atau doa. Namun, kemudian digunakan kaum lelaki kala itu untuk memikat hati wanita yang disukai. Karinding dimainkan dengan menempelkan ruas tengahnya di depan mulut yang agak terbuka, lalu memukul atau menyentir ujung ruas paling kanan karinding dengan satu jari hingga “jarum senar” bergetar secara intens. Dari getaran itulah dihasilkan suara yang akan diresonansi oleh mulut. Sehingga suara yang dikeluarkan akan tergantung dari rongga mulut, nafas, dan lidah pemainnya. Pada perkembangannya Karinding tidak hanya digunakan untuk bersawah, para karuhun memainkan alat musik tiup ini dalam ritual atau upacara adat.

5. Celempung

Alat musik ini dibuat dari bambu gombong, dilengkapi senar dari sembilu bambu. Dimainkan dengan cara dipukul dan membuka tutup ruas bagian atas. uniknya suara yang dihasilkan Celempung bisa menyerupai suara gendang dan suara gong dengan memainkan tangan yang menutup ruas bagian atas.

6. Arumba 

Arumba bukanlah sebuah alat musik, tetapi perpaduan beberapa alat musik terbuat dari bambu seperti Angklung, Calung dan Gambang Sunda. Arumba yang merupakan kepanjangan dari Alunan Rumpun Bambu (The Rhythm of Bamboos) dikembangkan oleh Udjo Ngalagena pada 1971. Alat musik yang dibuat Arumba berasal dari bambu beukuran kecil hingga besar. Uniknya alunan Arumba ini dapat dinikmati dan ditampilkan dari berbagai jenis musik dari musik tradisional, klasik, bahkan cha-cha dan atin. 

6. Toleat

Toleat merupakan alat musik tiup dari Kabupaten Subang, Jawa Barat, bentuknya menyerupai suling namun memiliki suara unik yang dihasilkan dari geskan lembar tipis bambu pada bagian peniupnya, suara Toleat menyerupai saxophone. Toleat dipopulerkan oleh Mang Parman seniman Subang sekitar 1980.

7. Kohkol

Kohkol awalnya hanyalah alat komunikasi atau penyampai pesan, dibunyikan dengan cara dipukul, variasi dan keahlian memukul kentongan dapat menibulkan suara harmonis bahkan terkesan magis. Variasi dari suara Kohkol adalah renteng, yaitu beberapa buah Kohkol disusun hingga membuat tangga nada, dimainkan dengan dua tangan. 

8. Goong Tiup

Meski bernama Goong (gong) suara yang dihasilkan Goong Tiup, tidak seperti gong dari logam, Goong Tiup mirip suara dengungan menggema atau terompet pemanggil hewan ternak milik bangsa Eropa. Alat musik ini terbuat dari batang bambu utuh berukuran sedang sepanjang kurang lebih 1.5 hingga dua meter. Goong Tiup dimainkan dengan menghembuskan nafas melalui ujung bambu yang lebih kecil, tidak memiliki nada namun dapat memberi efek suara berkesan magis. Alat serupa dimiliki Suku Aborigin di Australia, bedanya mereka membuatnya dari batang kayu yang dilubangi.

9. Bangbaraan

Batang bambu sepanjang kurang lebih 50 cm yang dicoak pada kedua sisinya hingga menyerupai huruf "U". Dimainkan dengan dipukul, hingga getaran bambu akan berdengaung menyerupai dengungan sayap bangbara (kumbang hitam). Alat musik ini kerap digunakan dalam pertunjukan musik etnik atau musik pengiring pertunjukan drama karena keunikan efek suaranya

10. Cacaian

Dinamakan Cacaian karena efek suaranya mirip gemiricik air. Alat musik ini terbuat dari batang bambu sepanjang kurang lebih 1.20 cm yang dibuang ruasnya, lalu diberi pasak yang dipasang spiral dan diisi biji kacang atau gotri. Cara memainkannya dengan menbolak-balikan bagian atas dan bawahnya.

Reporter: DIMAS DR/Kontributor
Redaktur: FIT NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Sukabumi

Berikan Komentar